PENA AKSARA
Mengeja aksara dari bait menjadi prosa.....Pena sang Pujangga
Entri Populer
Persuntingan Jiwa
Untukmu.. Terimalah persuntingan jiwaku Kesetiaan burung merpati yang tak pernah ingkar janji Kejujuran pesona anggrek bulan yang ta...
WAKTU
Aku tak bisa mengulang waktu, Tapi aku bisa menggenggam waktu.. Aku bisa berbicara dengan waktu.. Merencanakan hal-hal ajaib.. Dari sekar...
Aksara Rindu
Gerimis kembali bersua dengan bumi Pelan tapi pasti,tanah yang berdebu mulai basah Diantara pekat yang menyekat sepi Dan putaran waktu ya...
Rindu
Dari kejauhan sini..kulihat bukit itu tetap diam Lama aku memandangnya,sampai mata ini benar benar menjadi buta Beginilah caraku merinduk...
Shubuh
Embun mulai menetes....satu per satu Diantara larut yang terus memaksa waktu beranjak Selepas senja dalam jingga yang berlalu..... Hi...
Unik
Tanah ini begitu unik Hanya suara burung dan srigala yang melolong Ketika Malam membunuh siang...... Tiada suara jangkrik atau binata...
Sebuah Perbandingan
Lihatlah sayang..... Laut yang Maha luas disana Cermin dari sebuah hati yang lapang akan arti sebuah penantian Kau lihat itu...... Samp...
Kini dan Selamanya
Saat aku menulis, aku ingin menyanyikan lagu ini Untuk cinta terbesar yang pernah aku kenal Untuk hatiku, kau punya satu-satunya kunci, Aku ...
Entahlah
Ketika senja tlah memerah Ketika Laut tlah enggan bergelombang Disitu saya merasa sedih...
Senja
Masih ingatkah janji yang pernah kau ucap,, ketika senja menebarkan warna jingganya,, menyaksikan bait bait yang kau untai menjadi sya'i...
Rabu, 29 April 2015
Rindu
Dari kejauhan sini..kulihat bukit itu tetap diam
Lama aku memandangnya,sampai mata ini benar benar menjadi buta
Beginilah caraku merindukanmu....
Jika saja aku mampu jajarkan sebaris bintang..
Akan kusuguhkan untuk temani tidurmu
Namun..aku tak mampu sayang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar