Entri Populer

Senin, 04 Mei 2015

Unik

Tanah ini begitu unik
Hanya suara burung dan srigala yang melolong
Ketika Malam membunuh siang......

Tiada suara jangkrik atau binatang tanah
Seperti layaknya di Tanah Jawadwipa.....

Budaya nan mendekati kebarat baratan
Serasa berada di Eropa,meski belum pernah
Ku injakkan kaki disana......

Hmmm....sambil minum kopi
Ku tersenyum......



Jayapura-Indonesia

Sebuah Perbandingan

Lihatlah sayang.....
Laut yang Maha luas disana
Cermin dari sebuah hati yang lapang akan arti sebuah penantian

Kau lihat itu......
Sampan kecil terombang ambing dihujani ombak lautan
Namun,ia tetap berlalu dengan perlahan
Meskipun sesekali kerap tenggelam....

Itulah hidup sayang....
Semakin kita hebat,semakin banyak cobaan yang menghadang....



Jayapura,04-05-2015

Minggu, 03 Mei 2015

Shubuh

Embun mulai menetes....satu per satu
Diantara larut yang terus memaksa waktu beranjak
Selepas senja dalam jingga yang berlalu.....

Hitam...bergulat dengan malam 
Merayu bulan keperaduan pelan pelan
Sementara detik masih tetap bertalu diputarannya
Memberikan nada simbol kesepian....

Kala Shubuh di Langit Jayapura.............

Jumat, 01 Mei 2015

Aksara Rindu

Gerimis kembali bersua dengan bumi
Pelan tapi pasti,tanah yang berdebu mulai basah
Diantara pekat yang menyekat sepi
Dan putaran waktu yang terus berlalu....

Keadaan ini membuatku semakin rindu
Tentang hangatnya teh serta sajian makanan
Hasil racikan sang istri...dan cengengesan sang buah hati...
Disitu,kadang aku merasa sedih.....

Tak terasa,malam makin larut
Rasa dinginpun mulai menusuk
Dan....rindu semakin memaksa imaji berkoalisi 
Menciptakan coretan dari rangkaian aksara 
Aksara rindu yang tak kan pernah berhenti
Sampai Jakarta nanti.....

Kamis, 30 April 2015

WAKTU


Aku tak bisa mengulang waktu,
Tapi aku bisa menggenggam waktu..
Aku bisa berbicara dengan waktu..
Merencanakan hal-hal ajaib..
Dari sekarang sampai esok..

Aku bisa merangkai mimpi..
Menembus awan, terbang diangkasa..

Dengan hati berbunga, wajah cerah menua seiring berjalan..

Aku akan menaklukan waktu..
Bukan yang lalu, tapi sekarang dan esok...

Wahai waktu bantu aku memeluk manis masa depanku, menapaki jalan yang berliku.. 

Rabu, 29 April 2015

Kini dan Selamanya

Saat aku menulis, aku ingin menyanyikan lagu ini
Untuk cinta terbesar yang pernah aku kenal
Untuk hatiku, kau punya satu-satunya kunci,
Aku mohon kepadamu, jangan biarkan aku

Aku berdoa pada Tuhan untuk mendapatkan cinta yang begitu tulus
Kini, aku menyadari Ia telah mengetahui.
Saat doaku terjawab,
Wanita terindah
Dia anugerahkan padaku dengan hadirmu

Apa yang kita rasa bersama begitu nyata
untuk berkata Aku mencintaimu setiap malam
Masa-masa indah kita bersama,
kenangan tak terlupakan, tapi katakan padaku kau peduli

Aku melihat bayanganmu
ketika aku rebahan untuk tidur
Impian-impian tentangmu, oh begitu indah
di hatiku, aku akan tetap menyimpannya

Lihatlah ke dalam hatiku, ke dalam hidupku.
Katakan padaku apa yang kau lihat?
Dapatkah kau merasakannya......

Persuntingan Jiwa


Untukmu..
Terimalah persuntingan jiwaku
Kesetiaan burung merpati yang tak pernah ingkar janji
Kejujuran pesona anggrek bulan yang tak pernah berdusta
Keindahan bunga eidelwis yang tak pernah layu
Kasih sayang suci mulia kekal abadi

Seluas samudra dengan gelombang dan warna birunya
Se-elok lazuardi dengan rembulan emas dan bintang cemerlangnya
Di hatimu di hatiku terjalinlah
Cinta kasih cinta damai bagi hidup sesama
Silaturahmi putih dan rahmat semesta alam indah mesra

Karena kasih sayangmu untukmu
Yang mendalam mendarah daging menulang sumsum
Maka kalau tubuhmu sakit kan kurasakan pedihnya
Kalau badanmu demam kurasakan panas dinginnya
Kalu hatimu luka kurasakan tikam pisaunya

Duhai Istriku..
Maka untukmu terimalah persuntingan jiwaku
Hatiku, sukmaku, untuk keabadian kelak
Kasih sayang tulus syahdu
Bersama-sama marilah melangkah
Seiring sejalan meniti cahaya-cahaya
Berlayar searus segelombang menuju dermaga-Nya.

Rindu

Dari kejauhan sini..kulihat bukit itu tetap diam
Lama aku memandangnya,sampai mata ini benar benar menjadi buta
Beginilah caraku merindukanmu....

Jika saja aku mampu jajarkan sebaris bintang..
Akan kusuguhkan untuk temani tidurmu
Namun..aku tak mampu sayang...


Senja

Masih ingatkah janji yang pernah kau ucap,,
ketika senja menebarkan warna jingganya,,
menyaksikan bait bait yang kau untai
menjadi sya'ir yang begitu indah,,

Entahlah

Ketika senja tlah memerah
Ketika Laut tlah enggan bergelombang
Disitu saya merasa sedih...